November 23, 2020 2 min read

 

 

Dibalik sepatu tipe vulcanized yang sering kita pakai sehari hari, dibaliknya terdapat cerita penuh tangis dan #perjuangan

Seiring dengan perkembangan ekonomi dan industrialisasi di Barat, khususnya di USA, muncul kelas ekonomi baru : masyarakat kelas menengah, yang dimana salah satu kegiatan yang meningkat tajam adalah kegiatan berolahraga. Saat itu hampir seluruh sepatu dibuat oleh bahan kulit, sehingga dibutuhkan sepatu yg lebih nyaman, tahan lama, sekaligus terjangkau. The world is racing to create the first sport shoes in the world.

Sepatu tipe vulcanized pertama kali dipatenkan oleh Charles Goodyear pada tahun 1844, setelah berkali kali gagal dalam melakukan percobaan untuk menciptakan lapisan karet yg flexible dan bisa digunakan sehari hari. Goodyear sempat masuk penjara berkali kali karena tidak mampu membayar hutang pinjaman dari kreditor kreditor nya. Dia hidup dari menjual satu persatu warisan keluarga nya hingga akhirnya isi rumah nya pun kosong karena habis dijual

Vulcanized diambil dari Vulcan, Sang Dewa Api, karena proses pencampuran karet dengan sulfur yg membutuhkan panas tinggi. Penemuan ini menginspirasi lahirnya Converse, Keds, PF Flyers dan ratusan merk sepatu sports lainnya di US

Kisah Charles Goodyear terasa tragis banget. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk melawan patent infringement atau pembajakan design

 

 

Di Inggris, paten ini sudah terlebih dahulu didaftarkan oleh calon partner bisnisnya yang ingin mengambil keuntungan lebih banyak, begitu juga di Perancis. Anak Charles Goodyear, yaitu Charles Goodyear Jr memutuskan untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya, salah satu kontribusi yg diciptakan adalah konstruksi Goodyear Welted (more to come on this)

Cerita menarik, Pabrik ban Goodyear yang sering kita lihat bukanlah milik keluarga Goodyear, namun pabrik karet ban yang dikembangkan oleh Frank Sieberling, sebuah penghormatan untuk sang penemu Vulcanized Rubber.

Kami dari tim Design dan development merasa beruntung bisa melanjutkan cerita dari Charles Goodyear and family, untuk terus bereksplorasi, berkarya, dan menghormati legacy. Long live tukang sepatu
 

 


Leave a comment

Comments will be approved before showing up.

Gabung menjadi bagian Brodo

x